Bhayangkara Insight.com
Bitung, 26 Maret 2026
Misi kemanusiaan yang dilakukan Satuan Patroli (Satrol) Lantamal VIII Bitung di perairan Laut Maluku, tepatnya di wilayah Batang Dua, menuai apresiasi luas dari berbagai pihak. Tindakan cepat dan sigap prajurit TNI Angkatan Laut dalam mengevakuasi kru KM Anaiah yang mengalami kondisi darurat di laut dinilai sebagai bukti nyata profesionalisme dan kesiapsiagaan aparat dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Dalam operasi penyelamatan tersebut, Satrol Lantamal VIII mengerahkan unsur KAL Tedong Naga bersama satu unit Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB). Sebanyak 20 personel terlatih diturunkan langsung ke lokasi guna memastikan seluruh kru kapal dapat dievakuasi dengan selamat dari situasi yang berpotensi mengancam nyawa.
Operasi ini juga menunjukkan sinergitas kuat antar instansi di laut. Tim penyelamatan yang terdiri dari unsur TNI AL, Basarnas, dan Polairut bekerja secara terkoordinasi dan cepat sehingga proses evakuasi berjalan efektif serta mampu mencegah kemungkinan korban jiwa.
Ketua Ratu Prabu – Center 08 Sulawesi Utara, Adrianto Kaiko menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah kemanusiaan yang dilakukan Satrol Lantamal VIII bersama Basarnas dan Polairut. Menurutnya, keberhasilan evakuasi tersebut menunjukkan soliditas dan kesiapan aparat dalam menghadapi situasi darurat di wilayah perairan Sulawesi Utara.
👉 👍“Kami sangat mengapresiasi tindakan kemanusiaan yang dilakukan Satrol Lantamal VIII bersama Basarnas dan Polairut. Mereka bergerak cepat, tepat, dan saling bahu-membahu mengevakuasi kru KM Anaiah sehingga seluruh korban dapat diselamatkan,” ujar Adrianto kepada awak media.
Ia juga menilai kepemimpinan di Satrol Lantamal VIII mampu menciptakan standar respons cepat yang patut menjadi contoh dalam penanganan kecelakaan laut. Di bawah komando Kolonel Laut (P) Marvil Marfel Frits E.D., satuan tersebut dinilai konsisten menunjukkan dedikasi tinggi dalam operasi penyelamatan di perairan Sulawesi.
👉 “Satrol Bitung selalu hadir dan sigap setiap kali terjadi insiden di laut. Ini menunjukkan komitmen kuat TNI AL dalam menjaga keselamatan pelayaran serta memberikan perlindungan bagi masyarakat maritim,” tegasnya.
👉 😡 Namun di balik keberhasilan operasi penyelamatan tersebut, Adrianto juga melontarkan kritik keras terhadap kinerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam memberikan izin pelayaran.
👉 Ia menilai KSOP harus bertanggung jawab penuh memastikan setiap kapal yang berlayar telah memenuhi standar keselamatan dan kelaikan laut.
👉 “KSOP tidak boleh bekerja secara administratif semata. Mereka harus benar-benar melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kapal sebelum mengeluarkan izin berlayar. Jika kapal tidak layak, jangan dipaksakan berangkat,” tegas 😡 Adrianto.
Menurutnya, lemahnya pengawasan terhadap kelaikan kapal berpotensi membahayakan keselamatan para nelayan dan awak kapal yang bekerja di laut. Ia juga menyoroti pentingnya memperhatikan klasifikasi cuaca serta kondisi teknis kapal sebelum memberikan persetujuan pelayaran.
😡 👉 “Jangan sampai kejadian darurat di laut terus berulang hanya karena kelalaian dalam proses perizinan. Keselamatan manusia di laut jauh lebih penting daripada sekadar formalitas administrasi,” ujarnya.
🔥 👉 Adrianto menegaskan bahwa pengawasan yang lebih ketat dari pihak KSOP merupakan langkah preventif yang sangat penting guna mencegah terjadinya kecelakaan laut di masa mendatang.
Ia berharap keberhasilan operasi penyelamatan oleh Satrol Lantamal VIII menjadi momentum evaluasi bagi seluruh instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan dan memastikan standar keselamatan pelayaran benar-benar ditegakkan.
( arya )


Social Header
Label
Categories