Bhayangkara Insight.com
Bitung, 8 Januari 2026
Bencana angin kencang yang melanda Kota Bitung selama dua hari berturut-turut menimbulkan dampak serius di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Maesa. Puluhan pohon dilaporkan tumbang dan beberapa rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap akibat terjangan angin.
Sejumlah titik terdampak tercatat berada di Taman Kesatuan Bangsa, Kompleks PA, Pakadoodan, Kadoodan, serta beberapa ruas jalan dan permukiman warga di wilayah Kecamatan Maesa. Kondisi tersebut sempat mengganggu aktivitas warga dan membahayakan pengguna jalan.
Namun, di tengah situasi darurat tersebut, Pemerintah Kota Bitung menunjukkan sikap tanggap dan respons cepat. Melalui koordinasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung dan Pemerintah Kecamatan Maesa, penanganan pohon tumbang langsung dilakukan sejak hari pertama kejadian.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung, Ibu Merianti Dumbela, mengerahkan personel DLH untuk melakukan pembersihan dan evakuasi pohon tumbang di berbagai titik rawan, guna memastikan akses jalan kembali normal dan mencegah risiko lanjutan bagi masyarakat.
Sementara itu, Camat Maesa, Ibu Welmy Pasa Kalangit, turut memantau langsung kondisi lapangan serta memastikan koordinasi lintas pihak berjalan efektif. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen HARMONISASI 2026 DLH & Kecamatan Maesa, dengan semangat Bitung Bersih dan Bitung Sehat.
Pada 6 Januari 2026, DLH dan Kecamatan Maesa telah melakukan langkah antisipatif kebersihan wilayah, dan dilanjutkan pada 7 Januari 2026 dengan penanganan intensif pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.
Warga setempat mengapresiasi langkah cepat pemerintah kecamatan dan DLH, karena penanganan dilakukan tanpa menunggu keluhan meluas, serta langsung menyentuh titik-titik terdampak.
Pemerintah Kota Bitung mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, serta segera melaporkan jika ditemukan pohon rawan tumbang atau kerusakan lingkungan yang membahayakan keselamatan publik.
( tem )


Social Header
Label
Categories