Bhayangkara Insight.com
Bitung 16 Januari 2026
Program Harmonisasi Lingkungan Hidup yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung kembali dipermalukan di lapangan. Di Kompleks Perum Pertamina, Kelurahan Kadoodan, Kecamatan Madidir, warga dengan bebas membakar sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) pada pukul 10.30 WITA, tanpa pengawasan, tanpa teguran, dan tanpa rasa bersalah.
Padahal, DLH telah berulang kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat Kota Bitung bahwa TPS bukan tempat pembakaran, melainkan titik pengumpulan sampah yang akan diangkut setiap hari oleh mobil DLH pada pukul 16.00 WITA menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Fakta ini menegaskan satu hal: masalahnya bukan fasilitas, tapi kelalaian kepemimpinan wilayah.
Pembakaran sampah di tengah permukiman padat ini dinilai sebagai kejahatan lingkungan yang dibiarkan. Asap mengepul di siang bolong, mencemari udara, mengancam kesehatan warga, dan mempermalukan komitmen Pemerintah Kota Bitung dalam menciptakan kota yang bersih dan tertib lingkungan.
Sorotan tajam mengarah langsung kepada Camat Madidir yang dinilai mati rasa, pasif, dan masa bodoh terhadap Program Harmonisasi antar DLH dan seluruh camat se-Kota Bitung. Tidak ada respons, tidak ada pengawasan, dan tidak ada tindakan tegas. Camat seolah menutup mata dan telinga, membiarkan kebodohan lingkungan terjadi berulang kali.
Lebih memprihatinkan, sikap abai tersebut menghancurkan kerja keras DLH, yang selama ini berupaya membangun sistem pengelolaan sampah yang teratur dan berkelanjutan. Tanpa dukungan camat, program pemerintah berubah menjadi bahan olok-olok di lapangan.
Masyarakat Madidir pun kehilangan kesabaran. Mereka secara tegas meminta Walikota Bitung, Hengky Honandar, SE, untuk segera mencopot Camat Madidir yang dinilai gagal total menjalankan amanah jabatan dan tidak layak memimpin wilayah yang membutuhkan ketegasan dan kepedulian.
😡 " Kalau camat tidak mampu menjaga kebersihan wilayahnya sendiri, untuk apa dipertahankan?” tegas warga.
Warga menegaskan, Bitung Kota Harmonisasi tidak boleh dikorbankan oleh pejabat yang malas turun lapangan dan alergi tanggung jawab. Jika pembiaran ini terus berlangsung, maka kerusakan lingkungan di Madidir sepenuhnya menjadi dosa birokrasi, bukan kesalahan masyarakat semata.
( tem )


Social Header
Label
Categories