Breaking News

Kodaeral VIII Manado Resmikan Monumen Samuel Languyu dan Kukuhkan Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi sebagai Warga Adat Sulawesi Utara


Bhayangkara Insight.com

Bitung 15 Januari 2026

Komando Daerah Keamanan Laut (Kodaeral) VIII Manado meresmikan Monumen Samuel Languyu yang dirangkaikan dengan prosesi pengukuhan Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., sebagai Warga Adat Sulawesi Utara. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (15/1/2026) di Markas Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral VIII, Kota Bitung.

Peresmian yang dimulai sekitar pukul 09.30 WITA ini dilaksanakan di Jalan Samuel Languyu Nomor 24, Kelurahan Winenet Dua, Kecamatan Aertembaga. Acara tersebut dihadiri sekitar 20 tamu undangan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, serta perwakilan instansi terkait.


Seluruh rangkaian kegiatan berada di bawah koordinasi Komandan Satuan Patroli Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits, E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CHRMP, dan berlangsung dengan tertib, aman, serta penuh khidmat.


Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Komandan Kodaeral VIII Laksma TNI Tony Herdijanto, S.E., M.Sc., Kepala Zona Tengah Bakamla RI Laksma TNI Teguh Prasetya, S.T., M.M., CHRMP., perwakilan Danguskamla Koarmada II, Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E., Wakil Wali Kota Randito Maringka, S.Sos., unsur TNI-Polri, Kejaksaan, Pengadilan Negeri Bitung, BIN, FKDM, serta para tokoh adat Sulawesi Utara.

Rangkaian acara diawali dengan penyambutan Komandan Kodaeral VIII Manado, dilanjutkan dengan pembacaan riwayat singkat Samuel Languyu. Peresmian monumen ditandai dengan penekanan tombol sirene dan penandatanganan prasasti, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.


Agenda berikutnya adalah prosesi pengukuhan Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi sebagai Warga Adat Sulawesi Utara. Prosesi adat tersebut ditandai dengan penganugerahan gelar adat, doa bersama, serta penyambutan secara adat melalui Tarian Kabasaran. Kegiatan kemudian dilanjutkan di Joglo Dissyahal Satrol Kodaeral VIII.


Dalam sambutannya, Wali Kota Bitung Hengky Honandar menegaskan bahwa pendirian Monumen Samuel Languyu merupakan bentuk penghormatan atas jasa dan dedikasi tokoh tersebut, sekaligus sebagai upaya memperkuat identitas Kota Bitung sebagai kota maritim yang berakar kuat pada sejarah dan nilai-nilai budaya lokal.


Ia juga menyampaikan bahwa pengukuhan Dankodaeral VIII sebagai warga adat kehormatan mencerminkan eratnya sinergi antara TNI dan masyarakat Sulawesi Utara, yang dilandasi semangat persaudaraan, persatuan, serta nilai mapalus dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.


Sementara itu, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah daerah serta masyarakat Sulawesi Utara atas kepercayaan dan kehormatan yang diberikan kepadanya. Ia menilai nilai-nilai keteladanan Samuel Languyu sebagai tokoh pendidikan dan pejuang advokasi merupakan warisan penting berupa keberanian, kebijaksanaan, serta kecerdasan budaya yang patut dijaga dan diwariskan.


Pengukuhan tersebut menjadi simbol kuatnya kebersamaan dan kemitraan strategis antara TNI Angkatan Laut dan masyarakat Sulawesi Utara. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 12.32 WITA dalam kondisi aman dan kondusif. Setelah acara selesai, Komandan Kodaeral VIII Manado melanjutkan perjalanan kembali ke Manado.



( tem )
© Copyright 2022 - BHAYANGKARA INSIGHT