BhayangkaraInsight.com
Bitung, 14 Januari 2026
Dua aktivis Kota Bitung secara terbuka melayangkan kritik keras terhadap kinerja pemerintahan di tingkat kecamatan. Kritik itu disampaikan langsung kepada Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, SE, dalam pertemuan di kediaman wali kota yang berlangsung dengan atmosfer serius dan sarat tekanan moral.
Kedua aktivis tersebut adalah Andriano Lengkong ( Nando ) Dikertur LAKRI Sulawesi Utara dan Rian Prahara, Ketua harian Barmas. Mereka menilai, sejumlah camat di Kota Bitung tidak kompeten, gagal menjalankan fungsi kepemimpinan wilayah, dan justru menjadi penghambat utama pemberdayaan masyarakat.
Menurut Andriano, temuan itu bukan asumsi, melainkan hasil pantauan langsung di lapangan serta akumulasi keluhan masyarakat dari berbagai kecamatan.
😡 “Kami tidak datang untuk basa-basi. Ini fakta lapangan. Ada camat yang tidak memahami tugas pokoknya, minim inovasi, lemah pengawasan, dan nyaris tak pernah hadir ketika rakyat menghadapi persoalan. Jabatan camat itu strategis, bukan sekadar tempat numpang nama,” tegas Andriano.
Ia bahkan menyebut, sebagian camat lebih sibuk menikmati fasilitas jabatan ketimbang bekerja untuk rakyat.
😡 “Mereka bukan memberdayakan rakyat, tapi memperdayai. Ini berbahaya jika terus dibiarkan,” lanjutnya.
Meski demikian, kedua aktivis menegaskan bahwa kritik ini bersifat objektif, bukan menyamaratakan. Mereka mengakui masih ada camat yang bekerja dengan baik, responsif, dan konsisten menjalankan program pemerintah secara nyata di tengah masyarakat.
Sementara itu, Rian Prahara menyoroti lemahnya mekanisme evaluasi jabatan camat yang diduga masih sarat kepentingan politik dan kedekatan personal.
😡 “Moto pemerintah adalah pemberdayaan, bukan memperdayai. Jika camat yang tidak kompeten terus dipertahankan, maka visi dan misi Wali Kota akan hancur di tingkat paling bawah birokrasi,” ujar Rian.
Keduanya mendesak Wali Kota Bitung agar segera melakukan evaluasi menyeluruh dan terbuka terhadap seluruh camat, mencopot yang terbukti tidak layak, serta memberi ruang kepada aparatur Camat yang benar-benar bekerja dan berpihak pada rakyat.
Pertemuan tersebut menjadi peringatan keras bahwa masyarakat sipil tidak akan tinggal diam melihat birokrasi kecamatan dikuasai figur-figur yang pasif, tidak kompeten, dan anti kritik.
Kini publik menunggu langkah konkret Wali Kota Bitung:
berpihak pada kepentingan rakyat, atau terus membiarkan pembusukan birokrasi di tingkat kecamatan.
Dalam kesempatan terpisah, hasil pertemuan awak media dengan Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Bitung, Cherry Irene Mamesah, menunjukkan adanya apresiasi positif terhadap kinerja Camat Maesa, Welmi Kalangit, yang dinilai sebagai mitra kerja yang patut dicontoh dan layak dijadikan tolok ukur kinerja camat di Kota Bitung.
Apresiasi tersebut diperkuat oleh pernyataan Anggota DPRD Kota Bitung Dapil Maesa dari Partai PAN, Imran Lakodi, S.Sos, yang menegaskan bahwa Camat Maesa dikenal selalu siap dan sigap dalam menangani setiap persoalan masyarakat di wilayahnya.
👉 " Kinerja seperti inilah yang dibutuhkan rakyat, bukan camat yang hanya duduk di balik meja,” tegasnya.
(Berti)
Hasil pantauan awak media


Social Header
Label
Categories